Meningkatnya aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan menjelang hari raya Idul Fitri membawa dampak sampingan berupa kerawanan stabilitas keamanan. Di wilayah Sumatera Utara, khususnya di pusat kota, fenomena toko emas Medan yang menjadi sasaran tindak kriminalitas mulai mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian. Peningkatan volume transaksi dan banyaknya masyarakat yang membawa uang tunai dalam jumlah besar menciptakan celah bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksi perampokan yang seringkali dilakukan secara berkelompok dengan perencanaan yang matang.
Beberapa titik rawan di pasar tradisional maupun pusat pertokoan emas di Medan telah dipetakan oleh pihak berwajib sebagai area dengan risiko tinggi. Masalah keamanan pada toko emas Medan ini biasanya dipicu oleh kurangnya sistem pengamanan internal, seperti penggunaan kaca film yang tidak tahan peluru atau minimnya jumlah petugas keamanan bersertifikat yang berjaga di lokasi. Para pelaku kriminal cenderung memilih waktu-waktu sibuk atau saat pergantian sif petugas untuk melancarkan aksinya, di mana kewaspadaan pemilik toko biasanya mulai menurun akibat padatnya pelanggan yang datang.
Pihak Kepolisian Resor Kota Besar Medan telah mengimbau para pemilik usaha untuk meningkatkan standar keamanan mandiri. Pemilik toko emas Medan diharapkan tidak hanya mengandalkan kamera pengawas (CCTV), tetapi juga memasang tombol darurat (panic button) yang terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat. Selain itu, pembatasan jumlah stok emas yang dipajang di etalase pada jam-jam rawan juga disarankan untuk meminimalisir kerugian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan setelah kejadian yang seringkali membahayakan nyawa karyawan maupun pengunjung.
Kesadaran masyarakat yang datang untuk bertransaksi juga memegang peranan penting. Pengunjung yang mendatangi toko emas Medan disarankan untuk tidak tampil terlalu mencolok dengan perhiasan yang berlebihan di perjalanan. Koordinasi antara pengelola pasar dan pihak kepolisian dalam bentuk patroli rutin berpakaian preman sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku begal maupun perampok spesialis toko logam mulia. Keamanan adalah modal utama agar roda ekonomi di sektor perdagangan perhiasan tetap berputar stabil di tengah euforia menyambut lebaran.
