Tren kuliner mewah telah mencapai puncaknya dengan hadirnya hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga bertabur emas murni 24 karat. Fenomena ini mengubah meja makan menjadi panggung kemewahan, di mana nilai status dan pengalaman unik jauh melampaui rasa. Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah Kopi Gold Plated, minuman berkafein yang ditingkatkan dengan serpihan emas edible yang berkilauan. Pilihan menu gold-plated ini menjadi populer di kalangan elite dan wisatawan yang mencari pengalaman kuliner paling eksklusif, menjadikannya sebuah statement kemewahan.
Keputusan untuk melapisi makanan dan minuman dengan emas edible (emas yang aman dimakan) bukan hanya untuk tujuan visual. Emas 24 karat, secara kimia, inert—tidak bereaksi dengan tubuh dan melewati sistem pencernaan tanpa diserap—sehingga sangat aman dikonsumsi. Penggunaan emas dalam makanan telah disahkan oleh berbagai otoritas kesehatan global. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengkategorikan gold leaf murni sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan dalam jumlah tertentu. Pemanfaatan emas ini adalah puncak seni tata hidang, di mana koki berupaya memberikan sentuhan visual yang benar-benar tak terlupakan.
Fenomena Kopi Gold Plated dan hidangan emas lainnya pertama kali populer di Dubai dan kemudian menyebar cepat ke kota-kota metropolitan lain di dunia, termasuk Asia. Di Jakarta Selatan, sebuah kafe high-end meluncurkan minuman andalan mereka, Kopi Gold Plated bernama “Elixir Sultan”, pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Kopi ini dijual dengan harga fantastis, mencapai Rp 250.000,00 per cangkir, karena menggunakan biji kopi single origin langka yang diseduh dengan teknik khusus dan dihiasi serpihan emas murni dari produsen bersertifikat PT Emas Mulia. Menu ini sengaja diposisikan untuk menarik pasar yang menghargai keunikan dan kualitas premium.
Selain minuman, hidangan penutup juga menjadi arena utama kreasi emas. Es krim, misalnya, telah bertransformasi menjadi mahakarya. Salah satu contoh ikonik adalah es krim sundae yang dilapisi lembaran emas tebal, yang sering dijual dengan harga melebihi Rp 5.000.000,00 per porsi. Di dalamnya, es krim tersebut biasanya diisi dengan bahan-bahan termahal lain, seperti saffron langka, vanila Madagaskar, dan truffle putih. Peningkatan signifikan penjualan hidangan gold-plated ini diamati pada saat libur panjang Idul Fitri 2025, di mana restoran-restoran mewah mencatat kenaikan permintaan sebesar 40% untuk menu-menu yang menawarkan kemewahan ekstrem ini. Fenomena Kopi Gold Plated dan makanan emas lain ini menunjukkan pergeseran budaya di mana pengalaman kuliner kini juga menjadi bentuk ekspresi gaya hidup dan simbol status sosial yang sangat mencolok.
